Senin, 22 Agustus 2011

Segelas Anggur Bisa Melangsingkan Tubuh


Siapa bilang konsumsi wine atau anggur selalu berdampak buruk bagi kesehatan? Para peneliti dari Navarro University Spanyol baru-baru ini mengindikasikan adanya manfaat konsumsi anggur dalam upaya penurunan berat badan.
Selama ini banyak orang beranggapan, konsumsi alkohol justru akan memicu penambahan berat badan karena kandungan kadar gula yang tinggi di dalamnya. Namun hasil kajian para ahli di Navarro University, Spanyol mengungkapkan sebaliknya.
"Konsumsi alkohol terutama wine dengan porsi sedikit hingga moderat akan lebih cenderung untuk memproteksi tubuh dari kemungkinan bertambahnya berat badan,” ungkap peneliti yang melakukan kajian terhadap 31 studi sebelumnya.
Mereka mengatakan, hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko penambahan berat badan hanya akan dialami oleh mereka yang termasuk kategori peminum berat. Semakin sering seseorang mengkonsumsi alkohol, semakin tinggi pula kemungkinannya mengalami kenaikan berat badan.
Sementara itu, sebuah forum internasional yang khusus meneliti mengenai alkohol mendukung temuan ini dengan menyatakan bahwa data yang ada saat ini pun belum jelas mengindikasikan apakah konsumi alkohol secara moderat dapat memicu peningkatkan berat badan.
Sedangkan dr Harvey Finkel dari Boston University berpendapat, mekanisme biologis yang mengaitkan antara konsumsi alkohol dan perubahan berat badan belum sepenuhnya dipahami secara benar.
Finkel dan tim justru menemukan adanya efek perlindungan yang kuat dari konsumsi alkohol secara moderat pada kondisi seperti sindrom metabolik dan diabetes, di mana keduanya berhubungan dengan risiko obesitas.
Beberapa studi bahkan menunjukkan, orang yang mengalami obesitas kemungkinan menghadapi risiko diabetes akan lebih rendah jika mereka termasuk dalam kelompok peminum tingkat moderat.
Peneliti mengatakan, alkohol menyediakan kalori yang cepat diserap ke dalam tubuh dan tidak disimpan dalam lemak. Mereka sepakat bahwa penelitian kedepannya harus diarahkan dengan menilai peran spesifik dari berbagai jenis minuman beralkohol, dengan memperhitungkan pola minum, termasuk kecenderungan kenaikan berat badan.
Menurut peneliti, sekarang ini sudah ada bukti yang menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi alkohol secara teratur dalam jumlah kecil sampai sedang berkaitan dengan meningkatnya resiko obesitas. Namun studi tiga tahun lalu menunjukkan bahwa kandungan resveratrol, senyawa yang hadir dalam anggur (wine) dan anggur merah, justru dapat menghancurkan sel-sel lemak dalam tubuh.
READ MORE - Segelas Anggur Bisa Melangsingkan Tubuh

Minggu, 14 Agustus 2011

7 Hal Anda Tidak Perlu Berteman Dengan Mantan Anda

Mencoba berteman dengan mantan kekasih pasca putus cinta, memang merupakan hal yang positif. Tapi akan menjadi sesuatu yang kurang baik jika pertemanan tersebut justru membuat perasaan Anda jadi tak menentu atau lebih buruk.

Ini dia tujuh tanda jika berteman dengan mantan hanya akan menyebabkan Anda semakin sakit hati dan sulit lepas dari kisah cinta masa lalu.

1. Sensitif dengan Pembicaraan Soal Wanita Lain dalam Hidupnya
Oke, Anda dan mantan kekasih setuju untuk berteman setelah putus. Tapi jika Anda selalu khawatir setiap sang mantan menceritakan wanita yang ditemuinya, berarti Anda sebenarnya belum bisa 100% menjalin pertemanan dengan mantan. Anda terus saja bertanya, apakah ada wanita lain yang dicintainya? Atau masihkah dia perhatian pada saya? Jika perasaan ini yang kerap timbul saat di dekatnya, mungkin secara tidak sadar Anda menjadikan 'status teman' ini sebagai usaha untuk mendapatkannya kembali.

2. Mengecek Aktivitas Mantan di Jejaring Sosial Secara Intens
Anda punya keingintahuan yang besar terhadap hal-hal apa saja yang dilakukan mantan di Facebook atau Twitter. Anda pun intens memata-matai dia lewat jejaring sosial tersebut. Jika Anda merasa kesal atau terganggu jika melihat si dia akrab dengan wanita lain di Facebook, kemungkinan besar Anda belum sepenuhnya melupakan mantan. Memutuskan berteman dengannya, sepertinya bukanlah keputusan tepat untuk saat ini.

3. Kesal Karena Mantan Terlihat Lebih Senang Tanpa Anda
Anda melihat mantan sangat semangat berkumpul bersama teman-temannya. Dia pun terlihat lebih senang berada di sekitar orang-orang terdekatnya dibandingkan dengan Anda. Bila mengetahui kenyataan itu membuat Anda kesal dan sedih, berarti Anda belum bisa menganggap mantan kekasih sebagai teman biasa.

4. Berbicara atau Melakukan Sesuatu untuk Membuat Mantan Terkesan
Hal yang sangat wajar jika Anda ingin terihat lebih baik di depan mantan, terutama bila dia yang lebih dulu memutuskan hubungan. Nah, bila Anda masih punya keinginan tersebut, berarti masih ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati. Perasaan itu membuat Anda sulit untuk berteman dengannya.

5. Sering Menganggap Beberapa Perkataan Mantan Sebagai Tanda Dia Ingin Kembali
Anda kerap menganggap kata-kata pujian atau ungkapan kerinduan mantan sebagai tanda kalau dia masih mencintai Anda dan ingin kembali merajut jalinan asmara. Padahal, itu belum tentu benar. Jika situasi ini yang Anda alami, mungkin Anda masih belum bisa melupakannya. Mencoba berteman dengan mantan justru akan membuat situasi lebih rumit.

6. Dengan Tetap Berteman, Anda dan Mantan Berharap Bisa Saling Membantu untuk Move On
Berteman dengan mantan, Anda anggap menjadi solusi untuk membantu melupakan rasa sakit hati yang Anda maupun dia rasakan. Tapi apakah benar bisa membantu? Jika hal itu yang menjadi alasan Anda tetap berteman dengannya, bisa jadi itu hanya sebagai penyangkalan kalau Anda sebenarnya belum bisa menerima bahwa hubungan kalian sudah berakhir.

7. Berusaha Selalu Berdua dengan Mantan
Anda maupun mantan selalu mencuri-curi waktu untuk berduaan saat ada reuni atau kumpul bersama teman. Anda pun masih melakukan kegiatan yang pernah dijalani saat kalian masih berpacaran. Hal ini jelas, kalian masih punya keterikatan emosional yang bukan sekedar teman biasa.



Sumber
READ MORE - 7 Hal Anda Tidak Perlu Berteman Dengan Mantan Anda

Inilah Orang Yang Menciptakan Ikon Like Facebook

Soleio Cuervo adalah orang yang mengubah cara kita menunjukkan kesukaan di internet.

Sebelum ia muncul, kita cuma bisa memberi bintang, hati, dan yang semacamnya untuk mengapresiasi sesuatu. Kini, ada ikon "Like."

Soleio adalah desainer produk Facebook sejak 2005. Ia bagian dari tim yang mengenalkan ikon "Like" di halaman Facebook. Kini, 2, juta laman internet lain di dunia telah mengadaptasi ikon itu.

Lelaki itu menciptakan bahasa visual bagi pengguna untuk belajar dan membagi sesuatu dengan pegguna lain. Tak seperti Apple, "kami ingin agar Facebook memperhatikan pengguna, bukan dirinya sendiri," katanya. Pernyataannya merujuk pada produk-produk Apple yang secara desain memiliki daya pikat pada dirinya sendiri.

Untuk menciptakan sebuah situs yang dapat mengangkut filosofi itu, Soleio mencuri inspirasi dari berbagai sumber.

Ruang kerja favoritnya adalah perpustakaan umum di Palo Alto, California, yang letaknya di dekat kantor pusat Facebook. "Tak terhitung jumlah percobaan yang kami lakukan," katanya seperti dinukil dari laman The Wall Street Journal. "Saya rasa tak banyak dikelilingi orang bikin saya lebih produktif. Perpustakaan umum adalah tempat yang tepat," jelasnya.

Kesederhanaan adalah bagian dari strategi desain dan kepentingan praktis bagi Facebook. Kini, perusahaan itu mempekerjakan sekitar 35 desainer.

Soleio berupaya menyeragamkan cara orang meninggalkan komentar di Facebook, yang pada tahun 2008 masih beragam. Gagasan pokoknya adalah bagaimana memungkinkan pengguna mendapatkan cara sederhana untuk menunjukkan kesukaannya pada sesuatu. Secara internal, ikon itu awalnya disebut "tombol keren."

Banyak situs lain memilih menampilkan gambar hati sebagai penanda kesukaan. Namun, Soleio merasa bahwa cinta dan rasa suka mendalam adalah dua hal berbeda. "Kami tak ingin "Like" seserius [cinta]," tegasnya. Mereka memilih ikon jempol-naik karena Facebook dikenal telah menyiarkan ikon yang meminjam gambar tangan untuk fitur "poke." Ikon "Like" muncul pertama kali pada February 2009.

Di beberapa negara, ikon jempol-naik itu dianggap tak sopan. Facebook lantas menyesuaikan dengan kebudayaan lokal dan menawarkan ikon lain.

READ MORE - Inilah Orang Yang Menciptakan Ikon Like Facebook

5 Trik Ampuh Redam Emosi


Bukan hal yang mudah meningkatkan kesabaran dan menurunkan emosi, termasuk juga meredakan amarah. Terlebih saat menjalankan ibadah puasa, menahan amarah menjadi sesuatu yang sulit untuk dikendalikan.

Sebuah penelitian bahkan menyatakan bahwa seseorang mengalami kehilangan kesabaran adalah sesuatu yang wajar. Namun, bukan berarti tidak bisa dikendalikan dan diredam.
Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa rata-rata orang mengalami kehilangan kesabaran tiga sampai empat kali dalam sepekan.

Untuk mengendalikannya, pakar psikologi dan perilaku sosial, Raymond W Novaco, dari University of California, menyatakan perlu ada manajemen amarah dalam setiap individu.

Ia pun memberikan tips cara jitu meredam amarah seperti dikutip laman Shine:

1. Tenangkan diri dan tarik nafas
Begitu Anda merasa suhu tubuh Anda naik, katakan kepada diri sendiri, "Saya terganggu, dan harus segera mengalihkan pikiran, lalu segera tarik nafas dalam-dalam,” kata Novaco. Jika Anda merasa emosi makin menggebu, mulai bernafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Bayangkan nafas masuk dan keluar melalui jantung Anda sambil berpikir tentang sesuatu dalam hidup Anda dengan penghargaan. Debora Rozman, psikolog California dan penulis buku 'Transforming Stress: The HeartMath Solution for Relieving Worry, Fatigue, and Tension' yang telah diuji melalui pendekatan klinis menyatakan, dengan menenangkan diri dan menarik nafas, emosi Anda akan kembali stabil.

2. Lakukan relaksasi
Setiap orang memiliki ambang kemarahan yang unik didasarkan pada bahan kimia seperti serotonin. Menurut Emil Coccaro, ketua departemen psikiatri di Universitas Chicago, tingkat amarah seseorang sering tergantung pada jenis hari, gairah Anda pun akan bervariasi, dan ketika itu tinggi, lebih mudah untuk meledakkan amarah.

Olahraga teratur dan praktik relaksasi dapat membantu Anda menurunkan tingkat gairah. Jika rajin beraktivitas olahraga dan relaksasi, Anda akan lebih kebal terhadap ucapan kasar dan aggravations sehari-hari lainnya.

3. Berikan catatan pada diri sendiri

Caranya adalah dengan menanyakan pada diri sendiri, apakah ini benar-benar penting? Apakah Anda akan marah hanya karena masalah sepele? Kadang-kadang, mungkin kita bisa melihat bagaimana cara orang lain bereaksi dan kehilangan kesabaran hanya karena masalah kecil, misalnya berdebat.
Hanya karena masalah sepele, seperti bersenggolan tanpa sengaja, atau seorang ibu menjerit hanya karena anaknya menumpahkan sirup di lantai, dan lain sebagainya.

Apakah Anda juga akan melibatkan emosi hanya karena masalah remeh-temeh seperti itu? Steven Stosny, seorang spesialis pengendali marah dari Maryland menyatakan segera setelah keinginan marah timbul, putar pikiran Anda untuk memikirkan hal-hal positif.

4. Pikirkan sesuatu yang lucu
Jika emosi terasa sulit untuk dikendalikan, cobalah untuk memikirkan hal-hal lucu. Atau ingat-ingat kembali momen-momen lucu yang pernah terjadi dalam hidup Anda.

5. Kosongkan pikiran Anda
Pada saat tingkat emosi meninggi, akan lebih baik menjauh dari masalah sejenak untuk menenangkan diri. Kosongkan pikiran, bisa dilakukan sambil mengunyah makanan seperti cokelat. Sebuah riset yang dilakukan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge, menemukan hubungan antara homon serotonin dan reaksi marah seseorang.

Jadi, jangan biarkan perut Anda menjadi kosong saat emosi menggebu. Makanan merupakan penyumbang dalam menghasilkan hormon serotonin dalam otak. Hormon ini berperan dalam mengendalikan mood seseorang. Ini menjelaskan kenapa saat berpuasa emosi kita lebih gampang tersulut tinggi. 

READ MORE - 5 Trik Ampuh Redam Emosi

5 Obat Yang Membuat Tubuh Jadi Gemuk


Apakah mengkonsumsi obat bisa membuat tubuh menggemuk? Jawabannya adalah 'iya'. Tetapi tidak semua obat, dan hanya obat tertentu saja.

Penting untuk mengetahui obat-obat apa saja yang membuat bobot tubuh bertambah. Terutama bagi Anda yang harus menjaga berat badan secara ketat demi kondisi kesehatan. Berikut lima jenis obat yang menurut dr. Sushila Kataria, konsultan senior Department of Internal Medicine di Medanta Medicity, New Delhi, bisa memicu kenaikan berat badan, seperti dilansir healthmeup.com.

1. Obat alergi
Obat alergi mengandung diphenhydramine yang membuat Anda cepat mengantuk. Rasa kantuk berlebih bisa juga dialami ketika Anda mengkonsumsi obat batuk. Kandungan tersebut membuat  Anda jadi kurang aktif dan cenderung malas melakukan aktivitas fisik.

2. Obat antidepresan
Beberapa obat antidepresan bisa meningkatkan hasrat makan Anda. Penting untuk menanyakan pada dokter sebelum ia meresepkan obat antidepresan.

3. Pil kontrasepsi
Pil kontrasepsi bekerja dengan memanipulasi hormon. Salah satu efek sampingnya adalah meningkatkan nafsu makan. Akan lebih baik jika Anda memiliki pil kontrasepsi yang kadar estrogennya rendah atau pil progestin, demi menjaga berat badan.

4. Obat tidur

Beberapa obat tidur seperti diphen-hydramine atau sominex juga bisa jadi pemicu utama meningkatnya berat badan. Untuk itu, berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda mengkonsumsi obat tidur tertentu.

5. Obat migrain
Kandungan oleanzipine dan valproate natrium yang terdapat pada obat migrain, dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Itu karena zat tersebut memicu hasrat makan berlebih.

READ MORE - 5 Obat Yang Membuat Tubuh Jadi Gemuk