Minggu, 28 Agustus 2011

9 Trik Ampuh Mengatasi Rasa Malu

 
Setiap manusia memiliki rasa malu, besar maupun kecil. Namun, rasa malu berlebih dapat membuat Anda sulit untuk maju di berbagai bidang. Padahal menjadi seorang pemalu bukan berarti Anda harus kalah.

Jika Anda masih berjuang dengan rasa malu berlebih, berikut sembilan cara mudah mengatasinya, seperti dilansir Allwomensstalk.

1.Fokuskan pada hal positif 
Si pemalu umumnya sulit menunjukkan imej diri. Nah, untuk mengatasinya, ingatkan diri pada apa yang membuat Anda cukup percaya diri. Yaitu senyum, kecerdasan, dan karier Anda. Lalu fokuskan ketiganya pada situasi sosial.

2.Bukan pusat perhatian 
Penting disadari untuk si pemalu, dia bukan pusat perhatian. Tidak ada yang selalu mengamati gerak-gerik dan menghakimi Anda. Dengan begitu, Anda dapat merasa lebih "enteng" menjalani hari.

3.Jangan melabeli diri “pemalu” 
Stop melabeli diri sebagai seorang pemalu. Itu hanya akan merusak usaha Anda untuk berhenti menjadi si pemalu.

4.Tenang 
Saat kondisi terasa canggung, disarankan bagi si pemalu untuk tenang dan bernapas agar apa yang dia lakukan dapat lebih terarah, tidak terburu-buru, dan tidak melakukan hal yang ceroboh.

5.Jangan berusaha jadi yang sempurna 
Tidak ada manusia yang sempurna. Jadi, berhenti mengkhawatirkan harapan seseorang untuk Anda dapat tampil sempurna.

6.Keluar dan hadapi 
Kita tahu Anda malu untuk berhadapan dengan lingkungan. Daripada mengunci diri terhadap kehidupan luar, mengapa tidak mulai melatih bagaimana berhubungan bersama orang lain dengan cara yang lebih benar.

7.Belajar menerima pujian dan penolakan 
Cara terbaik untuk menerima pujian ialah tersenyum dan mengucapkan terima kasih, sangat simpel bukan? Bagaimana dengan penolakan? Terima dengan lapang dada agar tidak berdampak lebih buruk pada diri Anda.

8.Belajar dari kesalahan 
Jika Anda rasa yang sudah dilakukan untuk mengatasi rasa malu masih salah, ada baiknya Anda jadikan itu pelajaran.

9.Dukungan 
Minta dukungan orang terdekat untuk membantu Anda mengatasi rasa malu. Biarkan dia tahu rencana Anda dan kapan Anda membutuhkan dukungannya. Semisal, dalam waktu dekat dia dapat menemani Anda menghadiri acara kantor.

READ MORE - 9 Trik Ampuh Mengatasi Rasa Malu

3 Ucapan Yang Harus Di Hindari Saat Minta Maaf

 

Bulan Ramadhan menjadi momen bagi kita untuk mengintrospeksi diri, dan berpuncak pada perayaan Idul Fitri dimana kita saling bermaaf-maafan. Tetapi, pernahkah Anda berintrospeksi mengenai cara Anda meminta maaf? Sudahkah Anda menyesalinya dengan sungguh-sungguh, atau Anda hanya mengucapkannya agar lawan bicara Anda tidak terus membahas kesalahan Anda itu?
"Orang akan membuat pernyataan maaf karena merasa wajib saja, karena mereka tidak bertanggungjawab dengan perbuatan mereka," kata Jodi R. R. Smith, penulis buku From Clueless to Class Act: Manners for the Modern Woman.
Tetapi bila teman Anda mengatakan bahwa Anda tidak terkesan merasa bersalah sama sekali, hubungan Anda mungkin akan memburuk. Bahkan, mungkin akan berakhir. "Tetapi, apakah menelepon mereka karena permintaan maaf mereka yang buruk akan membantu?" lanjut Smith. Bila Anda mendengar permintaan maaf palsu seperti itu, Anda bisa menjawab, "Terima kasih sudah meminta maaf", atau, "Iya, aku maafin."
Lalu, permintaan maaf seperti apa yang tidak disarankan olehnya?

1. "Maaf, aku membuatmu kesal."
Permintaan maaf ini tidak sungguh-sungguh menunjukkan penyesalan dari si peminta maaf. Sebenarnya, Anda tidak betul-betul menyesali perbuatan Anda. Malah, sebenarnya Anda tidak melihat ada alasan untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi. Anda meminta maaf justru karena lawan bicara Anda lah yang harus memperbaiki apa yang dilakukannya.

2. "Aku minta maaf, tapi...."
Contohnya, Anda melanjutkan ucapan permintaan maaf Anda seperti ini, "Sori aku menghilangkan bukumu yang aku pinjam, tapi kamu kenapa enggak bilang sebelumnya kalau kamu belum selesai membacanya? Lagipula, waktu itu banyak teman kosku yang datang dan membaca-baca buku di kamarku, jadi aku enggak memperhatikan siapa yang membawa buku itu."
Dengan mengatakan seperti ini Anda secara tak langsung mengatakan Anda punya banyak alasan yang membuat Anda terbebas dari kesalahan. Kesalahan tersebut separuhnya datang dari teman Anda sendiri, dan separuhnya lagi datang dari lingkungan yang tidak dapat Anda kontrol.

3. "Aku tahu kamu akan memaafkan aku, karena kamu orang yang bijaksana, dan kita semua kan selalu membuat kesalahan."
Orang yang mendengarkan pernyataan maaf Anda ini bisa saja menangkap maksud terselubung Anda, yaitu bahwa Anda tidak merasa bersalah. Setiap orang pasti berbuat kesalahan, jadi Anda sebenarnya hanya bersikap sebagai manusia pada umumnya. Orang lain tak perlu bereaksi terlalu ekstrim atas kesalahan Anda, kecuali mereka memang tidak pernah berbuat salah.


READ MORE - 3 Ucapan Yang Harus Di Hindari Saat Minta Maaf